Menebar Peluang Di Pasar, Menggiring Pelanggan Ke Rumah

Menebar Peluang Di Pasar, Menggiring Pelanggan Ke Rumah

Hadirnya toko online ini memberi dampak yang sangat pesat bagi roda perekonomian Indonesia. Apakah kalian termasuk orang yang suka belanja on-line daripada langsung datang tokonya? Tentunya pada sebagaian besar masyarakat lebih suka yang belanja online dengan alasan lebih praktis dan menghemat tenaga maupun waktu. Tidak ada yang salah dari promosi yang dilakukan on-line shop karena itu merupakan usaha mereka untuk menarik minat pembeli dan meningkatkan penjualan. Kita sebagai konsumen lah yang seharusnya bijaksana dalam berbelanja sehingga tidak menimbulkan perilaku konsumtif.

Kepuasan konsumen adalah penilaian konsumen atas produk ataupun jasa dalam hal menilai apakah produk atau jasa tersebut telah memenuhi kebutuhan dan ekspektasi konsumen. Salah satu keluhan konsumen terhadap toko kelontong adalah tidak bisa santai. Setiap datang berkunjung ke toko kelontong, langsung ditanyakan “mau beli apa? Hal ini tentu membuat pengunjung menjadi risih untuk melihat-lihat barang sendiri.

Komunitas juga tidak selalu berbentuk offline, karena saat ini media sosial pun banyak yang menyediakan forum untuk berdiskusi dengan sesama anggota komunitas. Jika Anda memiliki bisnis dan tidak punya situs net, Anda kehilangan peluang besar untuk bisnis Anda. Situs web dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai macam strategi pemasaran dalam membantu bisnis Anda berkembang.

Pelanggan senang berbelanja dengan kita

Ketika pelanggan telah mengatakan, “Oke, semua sudah teratasi,” menandakan percakapan telah selesai. Bila Anda menghadapi pelanggan setiap hari, pastikan untuk tetap sabar ketika mereka datang pada Anda dalam kondisi emosi. Tapi juga pastikan untuk mencari tahu apa sebenarnya yang mereka inginkan. Bila Anda menjalankan bisnis dari lokasi yang tidak dikenal atau hanya melalui web, ini akan membuat Anda semakin tidak dikenal.

Namun, beberapa konsumen kurang percaya dengan kualitas di toko online sehingga mereka cenderung lebih tertarik untuk meneliti terlebih dahulu produk yang mereka inginkan sebelum membelinya. Hal ini tak menutup kemungkinan bahwa bisnis ritel masih dapat berkembang di era digital ini. Selain itu, Anda maupun pelanggan pasti meneliti terlebih dahulu barang yang diinginkan sebelum membeli. Hal ini dapat dilakukan pada sistem aplikasi toko on-line dan toko yang tidak berbasis on-line.

Selama ini toko kelontong yang akrab disebut warung hanya menjual barang dagangan dan tidak pernah memberikan promo. Misalnya dengan menyediakan kotak saran maupun kritik, atau menyediakan layanan telepon suara konsumen. Namun pada zaman fashionable ini sebuah masukan atau kritik saran bisa dilakukan dengan cara yang cepat dengan melalui e-mail ataupun social media. Untuk contoh kerjasama foundation aplikasi di luar Indonesia, mari lihat aplikasi Santander.

Memanfaatkan influncer di media sosial juga dimanfaatkan oleh Zalora. Pasalnya, bagi Zalora sebagai situs e-commerce yang fokus ke produk fesyen, kental dengan unsur visible yang harus selalu ditekankan. Terakhir, 66% responden mempertimbangkan untuk membeli sebuah produk maupun jasa yang mereka lihat di Instagram. Keseriusan perusahaan, sambung juru bicara Instagram, dilatarbelakangi oleh studi IPSOS di Indonesia bertajuk “Dampak Instagram pada Usaha di Indonesia ”.

Comments are closed.